[Hari Keluarga Nasional]

Sejarah terbentuknya hari keluarga Nasional adalah bermula pada era Presiden Soeharto yang digagas oleh Haryono Suyono. beliau merupakan Ketua Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Ada tiga pokok pikiran yang beliau sampaikan

Pertama, mewarisi semangat kepahlawanan dan perjuangan bangsa.

Kedua, tetap menghargai dan perlunya keluarga bagi kesejahteraan bangsa

Ketiga, membangun keluarga menjadi keluarga yang bekerja keras dan mampu berbenah diri menuju keluarga yang sejahtera.

Presiden Soeharto menyetujui gagasan tersebut. Maka lahirlah Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap 29 Juni. Namun bukan hanya karena gagasan tersebut yang menguatkan kenapa pada setiap tanggal 29 Juni di peringati sebagai hari keluarga nasional. Hal tersebut tidak lepas dari sejarah di balik pemilihan tanggal dan bulan tersebut.

Di tanggal dan bulan itu, tentara Republik Indonesia yang bergerilya dalam perjuangan melawan penjajah, masuk ke Yogyakarta, dan kembali ke keluarga masing-masing. Dan juga tanggal 29 Juni 1970 merupakan puncak kristalisasi semangat pejuang Keluarga Berencana (KB).

Faktanya keluarga di masa sekarang memiliki hubungan yang kurang akrab dengan sesama anggota keluarganya sendiri. Hal ini bisa ditilik dari kesibukan tiap-tiap anggota keluarga dengan urusannya masing-masing sehingga kurang memperdulikan keadaan sesama. Bahkan dengan rumah yang lebih baik, lebih besar yang biasa ada di daerah perkotaan sampai dengan tetangganya sendiri tidak saling kenal mengenal. Ada juga di lain hal karena terlalu sibuk dengan jadwal yang sangat padat di luar sehingga lupa dengan kondisi keluarganya dirumah. Itulah yang terjadi sekarang.

Harapannya adalah dengan momentum hari Keluarga Nasional ini adalah kita boleh sibuk diluar dengan jadwal yang sangat padat bahkan sampai lupa waktu untuk diri sendiri. Usahakanlah agar bisa pulang kerumah ketika sudah waktunya, walau hanya sebentar. Jangan lupakan keluarga kita. Kita boleh kerja lembur bagai kuda. Tapi ingat jangan sampai lupa dengan keluarga.


(Rahmat Hidayat, Staf

Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa)

BEM KM Unmul 2018

"Merangkul Dengan Penuh Cinta"

29/06/18

Read More

[SELAMAT HARI KONSUMEN NASIONAL]

BEM KM - Kurangnya pemahaman konsumen akan hak dan kewajibannya serta kemampuan melindungi diri ketika berinteraksi dengan pasar, menyebabkan banyaknya kasus di masyarakat  yang menimbulkan kerugian bagi konsumen pada saat melakukan transaksi, baik yang secara konvensional maupun elektronik, di bidang pembiayaan, penggunaan bahan berbahaya pada pangan, pelayanan purna jual dan lain sebagainya. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus sengketa konsumen yang sampai sekarang belum juga tuntas, dan belum lagi berbagai permasalahan yang tidak terlaporkan oleh karena konsumen tidak mengetahui hak dan kewajibannya.

Negara berperan penting dalam hal pemberdayaan konsumen karena pihak konsumen seringnya menjadi pihak yang lemah sehingga tidak mampu untuk memperjuangkan kepentingannya. Lebih lanjut, pelaku usaha pada dasarnya berpijak pada prinsip mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan biaya seminim mungkin sehingga berpotensi merugikan konsumen, baik langsung maupun tidak langsung.

Oleh sebab itu, Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen kemudian ditetapkan pada 20 April 1999 dengan tujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual dalam era demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Menimbang pada UU Perlindungan Konsumen tersebut, ditetapkanlah Keputusan Presiden No. 13 Tahun 2012 tentang Hari Konsumen Nasional.

Pada dasarnya Hari Konsumen Nasional bertujuan:

Sebagai upaya penguatan kesadaran secara massif akan arti pentingnya hak dan kewajiban konsumen serta sebagai pendorong meningkatnya daya saing produk yang dihasilkan pelaku usaha dalam negeri.

Menempatkan konsumen pada subyek penentu kegiatan ekonomi sehingga pelaku usaha terdorong untuk dapat memproduksi dan memperdagangkan barang/jasa yang berkualitas serta berdaya saing di era globalisasi.

Menempatkan konsumen untuk menjadi agen perubahan dalam posisinya sebagai subyek penentu kegiatan Ekonomi Indonesia.

Mendorong pemerintah dalam melaksanakan tugas mengembangkan upaya perlindungan konsumen di Indonesia.

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen telah diberlakukan sejak tahun 2000 namun disadari bahwa masih sedikit konsumen yang memahami bahwa mereka mempunyai hak yang dijamin oleh Undang-Undang. Oleh karena itu, Hari Konsumen Nasional diharapkan mampu menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesetaraan antara konsumen dan pelaku usaha serta mampu mendorong semua pihak untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan konsumen Indonesia yang cerdas, mandiri dan cinta produk dalam negeri, serta dengan nasiolisme tinggi menggunakan produk dalam negeri.

(Achamd Nuansya,

Staf Biro Kewirausahaan)

----------------

Salam,

[CERITA KITA]

K-WH/02/20/04

Biro Kewirausahaan BEM KM Unmul 2018

"Produktif dan Inovatif dengan CINTA untuk KITA"

Read More

[SELAMAT BERTUGAS di RAKERNAS BEM SI 2018]

BEM KM - Rapat Kerja Nasional BEM Seluruh Indonesia yang dilaksanakan di Pontianak, tanggal 16-20 April 2018.

Universitas Mulawarman di wakili oleh Rizaldo selaku Koordinator Wilayah KALTIMSEL.

Selamat mengemban tugas dan semoga dapat mewakili aspirasi Mahasiswa khususnya di Universitas Mulawarman.

Hidup Mahasiswa !

Hidup Rakyat Indonesia !

----------

K-MW/14/18/04

Salam,

[CERITA KITA]

BEM KM Unmul 2018

“Kolaborator Cinta Untuk Asa Indonesia”

Read More

[SELAMAT BERTUGAS di KONSOLIDASI NASIONAL FORUM PEREMPUAN BEM SI]

BEM KM - Konsolidasi Nasional Forum Perempuan BEM SI yang telah dilaksanakan 14-16 April 2018 di Pontianak.

Universitas Mulawarman diwakili oleh Trisnawati selaku Koordinator FP Kaltimsel dan Triana Widya A selaku Staff Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM KM Unmul 2018.

Selamat mengemban tugas dan semoga dapat mewakili aspirasi perempuan yang ada di Indonesia.

Hidup Mahasiswa !

Hidup Rakyat Indonesia !

-----------

K-MW/13/16/04

Salam,

[CERITA KITA]

BEM KM Unmul 2018

"Kolaborator Cinta Untuk Asa Indonesia"

Read More

[SELAMAT Kepada MENTERI KEBIJAKAN KAMPUS 2018]

BEM KM - Selamat kepada Mush’ab Al Ma’ruf (Fakultas Hukum 2015) atas terpilihnya sebagai Menteri Kebijakan Kampus BEM KM Unmul 2018.

Semoga dapat melanjutkan dan mengemban amanah dengan baik hingga akhir kepengurusan nanti.

----------

K-MW/15/19/04

Salam,

[CERITA KITA]

BEM KM Unmul 2018

“Kolaborator Cinta Untuk Asa Indonesia”

Read More