MEMBANGUN KAH SEBUAH “HOAX” ?

BEM KM - Pernyataan hoax membangun yang dilontarkan Djoko Setiadi saat menjawab pertanyaan wartawan seusai dilantik sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) beberapa waktu menarik diulas. Karena selain menjadi trending topic dan viral di media sosial, ucapan mantan Kepala Badan Sandi Negara itu menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Meski sudah meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya, namun berbagai tanggapan dan kritikan terus mengalir dari berbagai pihak. Pada kemajuan teknologi informasi komunikasi saat ini tidak hanya memberikan dampak yang baik tetapi juga memberikan dampak yang buruk.

Penyampaian akan informasi begitu cepat, dimana setiap orangtelah dengan mudah memproduksi informasi sekaligus mereproduksinya kembali, dan informasi yang begitu cepat tersebut melalui beberapa media sosial yang tidak dapat difilter dengan baik. Informasi yang dikeluarkan melalui media sosial dan elektronik ketika telah terkirim dan dibaca oleh banyak orang dapat mempengaruhi emosi, perasaan, pikiran bahkan tindakan seseorang atau kelompok.

CNN Indonesia menyebutkan bahwa dalam data yang dipaparkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan ada sebanyak 800 ribu situs di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar berita palsu dan ujaran kebencian (hate speech) (Pratama, 2016). Dalam konteks Indonesia, kecanduan akan berita hoax yang juga disebut fake news dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pendidikan dan tingginya kesenangan masyarakat akan bergosip.

Secara hand in hand, kedua hal itu berakibat menurunkan minat baca dan memacu maraknya penyebaran hoax di tengah masyarakat, baik di kalangan bawah hingga kalangan atas. Rendahnya minat baca masyarakat itu terlihat dari hasil riset The World's Most Literate Nation pada April 2017 yang menunjukkan, dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang membaca buku 1 buku per tahun, sehingga Indonesia ditempatkan di urutan buncit. Tepatnya, di posisi ke-60 dari 61 negara yang disurvei atau setingkat lebih tinggi dari Botswana, negara kecil di benua Afrika yang hanya berpenduduk 2,1 juta jiwa.

Tingkat literasi Indonesia yang berada di urutan ke-60 ini diumukan oleh UNESCO di Hari Aksara Internasional pada 8 September 2017 lalu. Di sisi lain, tingkat kecerewetan orang Indonesia di media sosial menempati posisi teratas. Amerika boleh mengklaim sebagai negara dengan jumlah pengguna Twitter terbanyak di dunia, namun dalam hal cuitan Indonesia jawaranya.

Buktinya, twit orang Indonesia dalam setahun pada 2016 lalu berjumlah 4,1 miliar. Menurut CEO Twitter, dengan jumlah itu Indonesia menjadi pengguna teraktif dan termasif di dunia dalam hal berkicau via Twitter. Bahkan, jika cuitan via Twitter ini digabung dengan rilisan status di Facebook dan Instagram, dapat dipastikan Indonesia menjadi jawara sejagat. Dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Rocky Gerung melayangkan kritik keras pada pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menangani hoaxatau berita bohong.

Menurut dia, pemerintah saat ini sedang panik. “Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebenarnya,” kata Rocky dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang bertemakan Hoax di TVOne, Selasa (17/1), malam.

Menurut Rocky, rezim saat ini semacam ingin mengendalikan kebenaran sesuai dengan standarnya. Dia pun mencurigai ada kebohongan yang disembunyikan dalam upaya keras pemerintah melawan hoax. “Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan,” kata Rocky.

Sementara, dia menilai bahwa pembuat berita bohong terbaik adalah pemerintah yang sedang berkuasa. "Pembuat hoax terbaik adalah penguasa," katanya. Alasannya, penguasa memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. Intelijen, kata dia, pemerintah punya, begitupun data statistik dan media. "Tapi itu faktanya. Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna,” kata Rocky. Tagar #hoaxmembangun, menurut Spredfast, sudah dicuitkan lebih dari 42.000 kali dan mengundang tanggapan bukan hanya dari warganet, namun juga dari politisi.

Melihat dari keadaan diatas, maka perlu untuk kita semua memahami bagaimana membedakan bahwa suatu informasi tertentu adalah benar (fakta) atau bohong (hoax). Informasi dapat dikatakan benar jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Objektif Informasi/data mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.

2. Representatif Informasi/data yang mewakili (persoalan yang ada) sesuatu yang lebih luas dengan benar.

3. Up To Date Informasi/data yang harus berdasarkan keadaan terkini (baru) atau tidak kadaluwarsa.

4. Relevan Informasi/data yang digunakan harus memiliki hubungan dengan persolan yang akan dipecahkan.

5. Memiliki Tingkat Kesalahan yang Kecil Dalam penyampaian informasi, tidaklah lepas dari yang namanya kesalahan. Suatu informasi dapat dikatakan benar, jika memiliki tingkat kesalahannya yang kecil (bahkan tidak ada kesalahan). Karakteristik informasi/data yang benar:

1. Tujuan dan masalah data harus digambarkan secara jelas sehingga tidak menimbulkan keraguan kepada pembaca.

2. Teknik dan prosedur dalam pengumpulan data itu harus dijelaskan secara rinci

3. Obyektifitas data harus tetap dijaga dengan menunjukkan bukti-bukti mengenai sampel yang diambil.

4. Kekurangan-kekurangan dari informasi/data harus disampaikan secara jujur dan menjelaskan dampak dari kekurangan tersebut.

5. Validitas dan kehandalan data harus diperiksa dengan cermat.

6. Kesimpulan yang diambil harus didasarkan pada hal-hal yang memang terkait dengan informasi/data.

7. Obyek atau fenomena yang diamati harus betul-betul sesuai dengan kemampuan, pengalaman,danserta keadaan yang terjadi. Menurut pandangan psikologis, ada dua faktor yang dapat menyebabkan seseorang cenderung mudah percaya pada hoax. Orang lebih cenderung percaya hoax jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki (Respati, 2017).

Contohnya jika seseorang penganut paham bumi datar memperoleh artikel yang membahas tentang berbagai teori konspirasi mengenai foto satelit maka secara naluri orang tersebut akan mudah percaya karena mendukung teori bumi datar yang diyakininya. Secara alami perasaan positif akan timbul dalam diri seseorang jika opini atau keyakinannya mendapat afirmasi sehingga cenderung tidak akan mempedulikan apakah informasi yang diterimanya benar dan bahkan mudah saja bagi mereka untuk menyebarkan kembali informasi tersebut.

Hal ini dapat diperparah jika si penyebar hoax memiliki pengetahuan yang kurang dalam memanfaatkan internet guna mencari informasi lebih dalam atau sekadar untuk cek dan ricek fakta. Perilaku penyebaran hoax melalui internet sangat dipengaruhi oleh pembuat berita baik itu individu maupun berkelompok, dari yang berpendidikan rendah sampai yang tinggi, dan terstruktur rapi.

(Lazonder, Biemans, & Wopereis, 2000) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara seseorang yang memiliki keahlian khusus dalam menggunakan search engine dengan orang yang masih baru atau awam dalam menggunakan search engine. Mereka dibedakan oleh pengalaman yang dimiliki.

Individu yang memiliki pengalaman lebih banyak dalam memanfaatkan search engine, akan cenderung lebih sistematis dalam melakukan penelusuran dibandingkan dengan yang masih minim pengalaman (novice). Secara umum, penyebaran hoax bermotif personal dan sebagai ladang penghasilan (komersial). Motif personal dipicu perasaan iri, dendam, tidak mau melihat orang berbahagia, dan semacamnya.

Sedangkan yang bermotif komersial dipengaruhi oleh fenomena dan maraknya penyebaran hoax karena banyak diminati dan mendapat simpati besar dari masyarakat. Fenomena ini dimanfaatkan dan dikapitalisasi oleh produsen/penyebar hoaxuntuk mendapatkan banyak kunjungan (click) ke situsnya yang terafiliasi dengan Google adSense, misalnya, sehingga puluhan juta rupiah bisa mengalir setiap bulannya ke rekening pembuat hoax.

Sementara modus hoax lazimnya dipratikkan dengan cara menyebar fitnah dan membuat berita yang berbanding terbalik dengan realitas orang, produk, organisasi atau perusahaan yang menjadi targetnya. Akibatnya, kredibilitas orang, produk, organisasi atau perusahaan itu menjadi hancur. Selain itu, penyebaran hoax juga bermodus menghancurkan tatanam kehidupan dan kerukunan dalam bermasyarakat dengan cara menjelek-jelekkan suatu suku atau memanipulasi ajaran agama, misalnya.

Penyebaran hoax yang menghancurkan kredibilitas orang dan kerukunan masyarakat melanggar ketentuan hukum dan dapat dikenai sanksi hukum bagi pelakunya. Ketentuan yang dilanggar adalah Pasal 27 dan Pasal 28 ayat 1 dan 2 UU No. 11 Tahun 2008 --telah diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016-- tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang pada intinya melarang setiap orang menyebarkan berita bohong dan informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Adapun sanksi bagi pelaku adalah pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar, sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat 1 dan 2 UU ITE. Selain itu, penyebar hoax juga bisa dijerat dengan ketentuan pasal 14 dan pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Pasal 14 pada intinya mengatur tentang larangan menyiarkan berita bohong dihukum dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Sementara Pasal 15 menetapkan hukuman maksimal 2 tahun bagi orang yang sengaja menyebarkan informasi yang bisa menimbulkan keonaran di tengah masyarakat. Secara yuridis, ketentuan UU No. 11 Tahun 2008 dan UU No. 1 Tahun 1946 merupakan hukuman atau tindakan yang bertujuan mencegah penyebaran hoax secara represif. Selain upaya represif, pencegahan penyebaran hoaxdapat juga dilakukan secara preventif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, pemerintah dan para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait lainnya. Pertama, menggalang kekuatan untuk melawan dan melaporkan produsen dan penyebar hoax melalui situs atau media sosial dengan melibatkan masyarakat (pembaca/pemirsa) beserta pemilik situs dan media sosial itu sendiri.

Kedua, mendukung gerakan dan aplikasi anti-hoax (seperti Turn Back Hoax) serta menggelorakan kesadaran masyarakat untuk tidak menyebarkan dan melawan hoax dalam bentuk apapun.Ketiga, mengkampanyekan semangat dan gerakan anti-hoax kepada masyarakat untuk tidak langsung percaya dan senantiasa bijak dalam menyikapi setiap berita yang beredar di tengah masyarakat, dengan cara meverifikasi kebenaran setiap berita yang diperoleh. Keempat, mengajak dan mengikutsertakan media mainstream dan media sosial meningkatkan kesadaran dan literasi media seluruh komponen masyarakat, melalui peningkatan kemampuan memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Kemampuan masyarakat, pemerintah dan para pemangku kepentingan yang terkait untuk bekerja sama dan bahu membahu dalam mencegah maraknya hoax baik secara represif maupun preventif, akan saling terlibat. Selain bisa mengatasi, setidaknya meminimalisasi penyebaran hoaxsecara nasional, terutama menghadapi tahun politik yang sudah di depan mata. Pun, dapat memitigasi fenomena fitnah dan upaya penghancuran kredibilitas individu maupun tatanan masyarakat melalui produksi dan peredaran hoax secara membabi buta.

Mosy R Alfitrianto

Staf Biro  Strategi dan Data

---------------------

[CERITA KITA]

(20/03/18)

Read More

SELAMAT HARI PEMBELA TANAH AIR

BEM KM - Pada tanggal 14 Februari 1945, dalam catatan sejarah nasional Indonesia menandai sebuah peristiwa sejarah yang terjadi di Kota Blitar, peristiwa tersebut terjadi kurang lebih setengah tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan. Pada tanggal tersebut terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh sekelompok Pasukan PETA (Pembela Tanah Air). Sumbangsih dan peranan tentara PETA dalam masa Perang Kemerdekaan Indonesia sangatlah besar. Demikian juga peranan mantan Tentara PETA dalam Kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan Presiden Soeharto dan Jendral Besar Soedirman.

Mantan Tentara PETA menjadi bagian penting pembentukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), mulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga TNI. Untuk mengenang perjuangan Tentara PETA, pada tanggal 18 Desember 1995 diresmikan monumen PETA yang letaknya di Bogor, bekas markas besar PETA. Pembentukan PETA dianggap berawal dari surat Raden Gatot Mangkoepradja kepada Gunseikan (kepala pemerintahan militer Jepang) pada bulan September 1943 yang antara lain berisi permohonan agar Bangsa Indonesia diperkenankan membantu Pemerintahan Jepang di medan perang. Pada pembentukannya, banyak anggota Seinen Dojo (Barisan Pemuda) yang kemudian menjadi anggota senior dalam barisan PETA.

PETA (Pembela Tanah Air) adalah organisasi militer yang dibentuk oleh Pemerintah Militer Pendudukan Jepang di Indonesia yang didirikan pada bulan Oktober 1943. Jepang merekrut para pemuda Indonesia untuk dijadikan sebagai tentara teritorial guna mempertahankan Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera sebagai antisipasi jika terjadi penyerangan yang dilakukan oleh pasukan Sekutu (Amerika Serikat, Inggris, Australia, Belanda) yang berada di Front Pertempuran Asia Pasifik pada Perang Dunia II. Tentara-tentara PETA mendapatkan pelatihan militer dari tentara Pendudukan Jepang di Indonesia.

Peristiwa Pemberontakan PETA diawali dengan keresahan para komandan melihat penderitaan rakyat Indonesia yang diperlakukan tidak semestinya oleh Tentara Jepang. Kondisi Romusha, yakni orang-orang yang dikerahkan untuk bekerja paksa membangun benteng-benteng di pantai sangat menyedihkan, bagaikan budak yang harus bekerja tanpa mengenal batas waktu dan mendapatkan perlakuan yang intimidatif. Banyak dari Romusha yang tewas akibat kelaparan dan terkena berbagai macam penyakit. Dalam buku Tentara Gemblengan Jepang (1988) yang ditulis oleh Joyce L.

Lebra dikisahkan persiapan-persiapan yang dilakukan oleh Shodancho Supriyadi (Pemimpin Pasukan Pemberontakan) dan para shodancho lain. Shodanco adalah jabatan dalam struktur Peta yang dapat disebut juga sebagai Komandan Pleton. Pada tanggal 14 Februari 1945, dipilih sebagai waktu yang tepat untuk melaksanakan pemberontakan, karena saat itu akan ada pertemuan besar seluruh anggota dan komandan PETA di Blitar, sehingga diharapkan anggota anggota PETA yang lain akan ikut bergabung dalam aksi perlawanan. Tujuannya adalah untuk menguasai Kota Blitar dan mengobarkan semangat pemberontakan di daerah-daerah lain. Namun penyerangan tersebut gagal karena ternyata rencana tersebut telah diketahui pihak Jepang.

Pasca pemberontakan sebanyak 78 orang perwira dan prajurit PETA dari Daidan Blitar ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara untuk kemudian diadili secara militer di Jakarta. Sebanyak enam orang divonis hukuman mati di Ancol pada tanggal 16 Mei 1945, enam orang dipenjara seumur hidup, dan sisanya dihukum sesuai dengan tingkat kesalahan. Perintah Republik Indonesia pun mengakui jasa-jasa Supriyadi dan akhirnya mengangkatnya sebagai salah satu pelopor kemerdekaan serta sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Untuk mengenang perjuangan pemberontakan tentara PETA pimpinan Shodancho Supriyadi, tepat di lokasi perlawanan didirikan Monumen PETA yang terdiri atas tujuh buah patung tentara PETA dalam posisi siap menyerang, di mana patung Shodancho Supriyadi diletakkan tepat di tengah monumen sebagai pemimpin pemberontakan PETA.

Amanda Qory Suchi

Dirjen Kajian dan Keilmiahan Kementerian Penalaran dan Keilmuan 2018

----------------------

K-KPK

[CERITA KITA]

(16/-3/18)

Read More

SUARA KITA: INDONESIA KEHILANGAN WAKIL RAKYAT

BEM KM - Salam Perjuangan KM Unmul !

Hidup Mahasiswa !

Hidup Rakyat Indonesia !

"quid leger sinemoribus, apalah artinya hukum tanpa moralitas"

Negara ini sedang tidak baik-baik saja. Setelah disahkannya revisi UU no. 17 tahun 2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPRD, DPD), menimbulkan kontroversi dikalangan masyarakat. Bagaimana tidak, dengan disahkannya UU ini seolah-olah DPR menjadi anti-kritik dan kebal hukum. Sehingga menimbulkan kekhawatiran dimana hal ini akan menjadi tameng untuk melindungi prilaku koruptif dan penyalahgunaan kewenangan para anggota DPR agar terhindar dari proses hukum.

equality before the law, dimata hukum semua sama tidak ada perbedaan. Jangan sampai ini menimbulkan praktik hukum pisau, dimana tajam kebawah tapi tumpul keatas. Ini menandakan adanya indikasi mereka sudah mulai berperilaku kasar kepada rakyat sendiri dengan pasal karet, yang akan menimbulkan dimana rasa keadilan serta kepastian hukumnya.

Pasal yang menjadi sorotan dan kontroversi dalam hal ini adalah:

1. Pasal 73 yang menyatakan bahwa jika mangkir dari panggilan DPR maka dapat dipanggil paksa oleh polisi.

2. Pasal 122 yang menyatakan bahwa setiap orang yang dianggap merendahkan DPR dapat dipidana.

3. Pasal 245 yang menyatakan bahwa jika anggota dewan diperiksa dalam kasus, maka harus mendapat persetujuan dari MKD ( Majelis Kehormatan Dewan).

UU ini menjadi suatu alat untuk kepentingan politik, yang mana dalam hal ini memperjelas bahwa posisi DPR tidak mau mendapat kritik dari rakyat. Ini sangat bertentangan dan mengkhianati dari konstitusi negara ini.

Konstitusi negara ini sendiri merupakan UUD 1945 yang menjadi landasan dasar suatu produk hukum. Didalam UUD 1945 dinyatakan dalam pasal 28 dan 28E UUD 1945 yang telah tegas menyatakan bahwa adanya kemerdekaan atau kebebasan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dan pendapat dengan lisan dan tertulis.

Dalam hal ini DPR telah mengkhianati demokrasi dan kedaulatan rakyat serta konstitusi yang ada. DPR secara bersama-sama perlahan membunuh demokrasi yang sudah dibangun sejak reformasi.

Tentunya kami sebagai mahasiswa menolak adanya UU MD3 karena mencederai amanat konstitusi dan dapat melemahkan demokrasi untuk menyampaikan aspirasi rakyat dimuka umum dan kritik terhadap pejabat negara.

Membuat kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat. Apakah itu yang dinamakan Wakil Rakyat ? yang seyogyanya wakil rakyat itu memperjuangkan suara rakyat bukan malah menutup telinga dengan tidak mau dikritik.

Menghina wakil rakyat saja bisa dipidana apalagi berani menghina atasannya, yaitu rakyat. Otomatis pidananya berlipat ganda.

Misbah Irfanudin

Dirjen Kajian Strategis dan Propaganda

----------------------

K-SOS

[CERITA KITA]

(16/-3/18)

Read More

PERNYATAAN SIKAP BEM KM UNMUL ATAS KELANGKAAN PREMIUM dan KENAIKAN HARGA BBM NON SUBSIDI di KALTIM

BEM KM - Salam Perjuangan KM Unmul! Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!

Ditengah terhimpitnya perekonomian rakyat pemerintah justru menghadiahi rakyatnya dengan kenyataan pahit, yaitu kenaikan BBM Non Subsidi dan keterbatasan persediaan Premium di Samarinda sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Lagi-lagi kita sebagai rakyat Indonesia mendapat sebuah hadiah spesial yang membuat terkejut. Rakyat Indonesia kembali mendapat kejutan oleh Pemerintah dengan kebijakan yang sangat tidak populer yaitu menaikan Harga BBM Non subsidi pada tanggal 24 Februari 2018 pukul 00.00 WIB disaat rakyat tertidur pulas. Lantas dalam keputusan ini sudah mempertimbangkan plus minusnya? Apakah kebijakan yang diambil ini dapat memberikan keuntungan dari segi ekonomi? Dan apakah dapat menguntungkan rakyat?

Terlepas dari kenaikan BBM Non Subsidi, ketersediaan premium saat ini juga dibatasi karena hampir semua SPBU yang ada di Samarinda tidak menyediakan Premium yang mana kita ketahui bahwa pengguna Premium di Samarinda sangatlah banyak. Tidak hanya itu, beberapa supir angkutan kota Samarinda juga banyak yang mengeluh atas kurangnya persediaan Premium saat ditemui tim survey dari BEM KM unmul 2018.

Sebenarnya Indonesia bahkan Kalimantan Timur sudah mampu untuk membuat BBM bersubsidikan air mata, sebab kebijakan pemerintah hari ini telah meresahkan masyarakat Kaltim, betapa tidak BBM Subsidi yang menjadi bahan utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kini telah dibatasi. Kemudian pemerintah terkesan secara halus ingin menghapuskan Premium secara diam-diam, membatasi pasokan Premium ke SPBU yang ada di Kaltim, secara otomatis masyarakat akan menggunakan BBM Subsidi yang harganya melambung tinggi.

Kenaikan harga BBM Non Subsidi menurut kalkulasi di kisaran Rp 300 per liter per tanggal 24 Februari.

1. Harga Pertamax naik dari Rp 8.600 menjadi Rp 8.900 per liter.

2. Harga Pertamax Turbo naik dari Rp 9.600 menjadi Rp 10.100 per liter.

3. Harga Pertamina Dex naik dari sebelumnya Rp 9.250 menjadi Rp 10.000 per liter.

4. Harga Dexlite naik dari sebelumnya RP 7.500 menjadi Rp 8.100 per liter.

5. Harga Pertamina Dex naik dari sebelumnya Rp 9.250 menjadi Rp 10.000 per liter.

6. Harga Dexlite naik dari sebelumnya RP 7.500 menjadi Rp 8.100 per liter.

7. Untuk Indonesia bagian timur harga Petamax jauh lebih mahal, bahkan di Papua Barat mencapai Rp 11.550.

DENGAN HARGA INI RAKYAT SEMAKIN TERCEKIK !

Dampak utama dari kenaikan harga BBM Non Subsidi dan kelangkaan Premium ini Dalam segi ekomomi salah satunya munculnya peluang besar terkait resiko inflasi dari harga minyak yang cenderung meningkat. Indonesia yang dikenal pula penghasil sumber daya alam berupa Migas yang melimpah saat ini terbukti masih belum mencukupi kebutuhan BBM dalam negeri akibat kurang maksimalnya pengelolaan Migas baik dalam bentuk SDA maupun SDM. Dalam hal ini, Pemerintah masih kurang maksimal dalam mengendalikan harga BBM dalam negeri dan juga Pemerintah gagal dalam pengelolaan sistem strategi dalam manajemen Migas baik pengelolaan sumber daya alam ataupun sumber daya manusia.

Mari kita suarakan hak ini karena BBM itu adalah salah satu penopang kehidupan masyarakat dan jika penopang itu ada kesalahan maka dapat berimbas pada masalah lain pula.

Berdasarkan permasalahan diatas maka, BEM KM Unmul menyatakan sikap :

1. Menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM Non Subsidi

2. Menuntut pemerintah untuk mendistribusikan pasokan BBM Subsidi diseluruh SPBU Kaltim

3. Menginstruksikan kepada seluruh BEM-BEM Fakultas di Universitas Mulawarman untuk ikut serta dalam aksi menolak kenaikan BBM Non Subsidi dan keterbatasan persediaan premium.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Panjang Umur Perjuangan!

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia!

--------------

Rizaldo

Presiden BEM KM Unmul)

Koordinator Wilayah BEM SI Kaltimsel 2018

[CERITA KITA]

(09/03/18)

Read More

kosong style="width: 100%; height: 100%;">

MULAWARMAN ASSIK ''ASIKNYA TUH DISINI''

BEM KM - Akhir pekan adalah waktu yang selalu dinantikan dari semua mahasiswa Unmul. Karena, sabtu-minggu merupakan hari yang tepat untuk bersantai. Tak lain mencari sesuatu untuk menghilangkan penat diwaktu kuliah. Hal itu rupanya dilakukan oleh Kementerian Apresiasi Kreatifitas dan Potensi Mahasiswa (AKPOM) BEM KM Unmul yang mengadakan acara Mulawarman Assik (Mussik). Mereka berkolaborasi dengan Kementerian lainnya yaitu, Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) dan Kementerian Sosial Lingkungan (Sosling).

Pagi yang cukup sejuk Sabtu, 3 Maret 2018 minggu lalu, dimana kegiatan Mussik dilaksanakan tepatnya di Kampus Banggeris Unmul. Mussik disambut hangat oleh tuan rumah. Ia pun memberikan gairah semangat kepada para peserta yang dihadiri dari mahasiswa, juga berbagai lembaga yang ada di Kampus Banggeris serta para Kader BEM KM sendiri. Selanjutnya, Presiden BEM KM Unmul, Rizaldo membukan acara dengan sambutan, lalu disambung dengan melakukan senam bersama. Kemudian dilanjutkan dengan Bakti Kampus yang merupakan salah program kerja dari Kementerian Sosling.

Setelah kegiatan senam dan bakti kampus, peserta dihibur oleh pengisi acara seperti Comdev (Community Development) Tari yang kebetulan adalah penampilan perdana mereka sejak berdirinya Comdev Tari. Panggung KITA yang merupakan program kerja dari Kementerian PSDM menampilkan beberapa penampilan akustik dari kader BEM KM. Kemudian, diselingi oleh penampilan dari Comdev Stand Up Comedy yang mengundang tawa para peserta. Tidak ketinggalan pula para mahasiswa yang tergabung di beberapa Himpunan Mahasiswa (HIMA) Kampus Banggeris pun, ikut menampilkan kebolehan mereka. Walaupun semakin siang cuaca semakin terik, tetapi tidak menggoyahkan para peserta untuk berpindah dari lapangan, semangat mereka tidak surut begitu juga pengisi acara untuk meramaikan Mulawarman Assik, dan membuat suasana semakin seru dan ceria.

Selain hiburan, dalam agenda Mulawarman Assik ini juga ada sosialisasi mengenai registrasi untuk Kartu Telkomsel. Ada juga perkenalan dari Archella (Komunitas Robot) dari Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, yang akan mengikuti kompetisi pada akhir bulan Maret ini di Malaysia. Ditambah dengan adanya posko kesehatan dari Azygos dan posko Psikologi Peduli. Agenda Mulawarman Assik ini disponsori oleh Telkomsel, Rabbani, Wardah Cosmetics, dan Walls.

Menariknya, saat itu di Kampus Banggeris tidak hanya terlaksana acara Mussik. Ada pun terlihat dari HIMA Pendidikan Sejarah melaksanakan kegiatan diwaktu yang bersamaan tetapi acara tetap berjaalan hikmat, tidak mengganggu jalannya masing-masing agenda. Mulawarman Assik yang dimulai sejak pukul 06.30 WITA itu, akhirnya harus berakhir pada pukul 11.00 WITA yang ditutup dengan penampilan musikalisasi puisi dan juga pembagian doorprize.

Harapannya, agenda Mulawarman Assik ini dapat terlaksana semakin baik ke depannya. Karena agenda Mussik merupakan agenda rutinan yang akan dilaksanakan setidaknya satu kali di setiap Kampus Unmul seperti Kampus Banggeris, Kampus Gunung Kelua, Kampus Pahlawan, Kampus S1 PIN, serta Kampus Florest hal ini dilakukan yaitu agar terjalinnya kebersamaan dan silahturahmi di Kampus yang ada di Unmul.

Rafika Julia

(Ketua Media Kemenbiro)

--------------

[CERITA KITA]

K-MED, (09/03/18)

Read More